Penulis: Redaksi Kabarpakar

  • HUT ke-80 DPR RI, Inspektur Upacara Ingatkan Pegawai Parlemen Jaga Kondusivitas dan Produktivitas

    HUT ke-80 DPR RI, Inspektur Upacara Ingatkan Pegawai Parlemen Jaga Kondusivitas dan Produktivitas

    Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang digelar melalui Upacara Bendera di halaman Setjen MPR/DPR/DPD RI, Jumat (29/8/2025), menjadi momentum refleksi perjalanan panjang DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat. Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menyampaikan pentingnya peran pegawai di lingkungan parlemen dalam mendukung tugas-tugas lembaga sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat.

    Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Siti Fauziah menegaskan peringatan HUT DPR ke-80 bukan sekadar seremoni, tetapi juga penegasan kembali bahwa DPR adalah rumah rakyat yang harus mencerminkan nilai demokrasi, empati, dan kepedulian sosial. “Pegawai DPR/MPR/DPD adalah bagian penting dari wajah lembaga. Karena itu, sikap, disiplin, dan keteladanan mereka di mata masyarakat akan sangat memengaruhi kepercayaan publik terhadap lembaga,” ujarnya saat wawancara langsung dengan Parlementaria usai pelaksanaan upacara.

    Ia menegaskan agar seluruh pegawai tidak terprovokasi oleh dinamika sosial yang tengah terjadi dan tetap menjaga sikap tenang. “Jangan sampai kita memicu keributan. Pegawai DPR/MPR/DPD harus bisa menahan diri, menjaga kedamaian, dan tetap menjalankan tugasnya dengan disiplin. Ini penting, agar lembaga bisa stabil dan memberi contoh baik,” tambahnya.

    Dalam situasi tertentu, lanjut Siti Fauziah, pola kerja dari rumah (WFH) bisa menjadi pilihan. Namun, ia menekankan, fleksibilitas tersebut tidak boleh mengurangi produktivitas dan tanggung jawab. “WFH bisa dilakukan bila memang diperlukan, tetapi yang utama adalah tugas dan pelayanan DPR/MPR/DPD kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” katanya.

    Lebih jauh, ia menilai usia ke-80 tahun DPR RI harus dimaknai sebagai momentum memperkuat peran sosial lembaga. DPR, menurutnya, bukan hanya wadah legislasi dan pengawasan, tetapi juga simbol kedekatan dengan rakyat. “HUT DPR ini harus menjadi pengingat bahwa DPR hadir bukan hanya sebagai lembaga politik, tapi juga sebagai representasi rakyat yang peduli dengan persoalan sosial,” tegas Siti Fauziah.

    Dalam konteks ini, pegawai DPR memiliki tanggung jawab besar untuk menunjang peran lembaga. Kedekatan mereka dengan masyarakat sehari-hari harus diimbangi dengan sikap empati dan pelayanan yang tulus. “DPR harus mampu menunjukkan empati dan kedisiplinan, itu sekaligus menjadi wujud nyata DPR sebagai lembaga yang dekat dengan rakyat,” ungkapnya 

  • Lestari Moerdijat: Tingkatkan Keterampilan Masyarakat Demi Wujudkan Kemandirian Anak Bangsa

    Lestari Moerdijat: Tingkatkan Keterampilan Masyarakat Demi Wujudkan Kemandirian Anak Bangsa

    Dorong peningkatan keterampilan masyarakat dengan berbagai cara, sebagai bagian upaya membangun kemandirian setiap anak bangsa.

    “Upaya pelatihan pembuatan sabun mandi dan sabun cuci kali ini merupakan salah satu langkah meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mewujudkan kamandirian dalam keseharian,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/8).

    Pernyataan itu disampaikan Lestari dalam 
    sambutan secara daring pada acara Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat dalam bentuk Pelatihan Pembuatan Sabun Mandi dan Sabun Cuci Piring, di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/8).

    Hadir pada acara tersebut, antara lain Nafa Urbach (Anggota DPR RI Komisi IX) dan Heryoki Yohanes, S.T., M.Eng. (Perekayasa Ahli Muda pada Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN).

    Karena itu, menurut Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI, pengembangan kapasitas dalam bentuk keterampilan di berbagai bidang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas anak bangsa dan memberikan manfaat dalam keseharian mereka.

    Upaya pelatihan yang diinisiasi BRIN ini, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, diharapkan mampu membuka jalan bagi masyarakat agar mampu mengambil peran dalam pengembangan ekonomi nasional.

    Keterlibatan BRIN dalam upaya pemberdayaan masyarakat, jelas Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, menunjukkan bahwa negara hadir dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, berbagai upaya pelatihan keterampilan yang dilakukan dapat mempersiapkan masyarakat agar mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada, sebagai bagian upaya mewujudkan kemandirian setiap anak bangsa.

  • Komisi III Sampaikan Permohonan Maaf dan Minta Usut Tuntas Meninggalnya Driver Ojol

    Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas secara tragis dalam aksi demonstrasi yang berlangsung kemarin.

    “Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf dan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum, kepada seluruh rekan pengemudi ojek online di seluruh Indonesia, serta seluruh masyarakat Indonesia” ujar Sari dalam keterangan yang dikutip kabarpakar.com/, di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

    Sari menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi perhatian serius Kapolri. Sari mendukung agar Kapolri segera melakukan pengusutan secara menyeluruh, transparan, dan profesional, terutama terhadap anggota kepolisian yang terlibat dalam kejadian tersebut.

    “Ini bukan sekadar soal penegakan hukum, tetapi juga soal keadilan bagi almarhum dan keluarganya. Oleh karena itu, saya mendukung Kapolri untuk segera mengusut tuntas kejadian ini dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Selain itu, Sari berharap kepada Pemerintah untuk memberikan perhatian serius kepada keluarga yang ditinggalkan Alm. orang tuanya, adik-adiknya. Apalagi berdasarkan informasi yang ada, Alm. adalah tulang punggung keluarga.

    Terakhir, Sari mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga situasi agar tetap kondusif. Sari juga mengajak masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada Kepolisian agar kasus ini dapat ditangani dengan seadil-adilnya. 

  • Puan: Gubernur DKI Harus Berikan KJP-KJMU Keluarga Almarhum Affan Sampai Tuntas

    Puan: Gubernur DKI Harus Berikan KJP-KJMU Keluarga Almarhum Affan Sampai Tuntas

    Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyambangi kediaman Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dilindas kendaraan taktis (Rantis) Barakuda Brimob. Kedatangan Puan ke rumah korban untuk bertakziah dan menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. 

    Dengan berbalut busana hitam, Puan menyusuri gang di kawasan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025) siang. Suasana di rumah almarhum masih ramai dengan pelayat baik dari masyarakat umum maupun rekan sesama pengemudi ojol. 



    Dalam kesempatan itu, Puan juga memastikan bahwa keluarga korban akan mendapatkan bantuan, karena Affan diketahui merupakan salah satu tulang punggung keluarga. 

    “Saya juga menyampaikan kepada keluarganya, insyaallah kakak dan adiknya bisa dibantu sekolahnya, juga kami akan membantu kakak dan adiknya untuk bisa bekerja dan menyelesaikan sekolahnya,” sebut mantan Menko PMK tersebut.

    Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini pun meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memberikan fasilitas seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada adik korban hingga lulus. 

    “Saya juga minta kepada Gubernur untuk kasih kartu KJP KJMU sampai selesai,” jelas Puan.

    Kehadiran Puan dilakukan tak berselang lama setelah kunjungan Anggota Fraksi PDIP DPR yang juga bertakziah ke rumah Affan. Beberapa yang hadir melayat ke rumah duka di antaranya seperti Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati, Anggota Komisi DPR Mercy Chriesty Barends dan Once Mekel, Anggota Komisi V DPR RI Adian Napitupulu, Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini, dan Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriani Gantina. 

  • Puan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan: Jangan Kita Terpecah Belah

    Puan Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan: Jangan Kita Terpecah Belah

    Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengajak semua pihak untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah suasana kebangsaan yang kurang kondusif akhir-akhir ini, baik di Jakarta dan daerah lainnya. Ia mengingatkan agar jangan sampai bangsa Indonesia terpecah belah. 

    Hal itu disampaikan Puan saat bertakziah ke kediaman Almarhum Affan Kurniawan di Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025).  Affan yang merupakan pengemudi ojek online itu meninggal dunia usai tertabrak kendaraan taktis (Rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada Kamis (28/8) malam. 

    Puan pun meminta Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan menyelidiki tragedi ini dengan serius. “Dan kami tentu saja akan mengawal ini sampai selesai, dan jangan sampai insiden seperti ini terjadi kembali,” kata Puan.

    Puan juga mengimbau semua pihak baik masyarakat maupun aparat penegak hukum yang bertugas untuk menahan diri dan saling menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa yang berlangsung. 

    “Kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa bersama-sama. Jangan kita terpecah belah, jangan kita korbankan bangsa dan negara ini,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

    “Kita semua rakyat Indonesia, kita bantu bangsa ini bersama-sama bergotong-royong semuanya saling menahan diri. Mari kita bersihkan Indonesia,” imbuh Puan.

    Kehadiran Puan ke kediaman Almarhum Affan didampingi Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI Said Abdullah. Puan juga hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

    Saat tiba di rumah almarhum Affan, Puan langsung memeluk ibu korban yang menangis tersedu. Dalam suasana yang masih dibalut kesedihan, Puan secara langsung menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan kedua orang tua dari almarhum Affan Kurniawan. 

    “Assalamualaikum,” ucap Puan sembari memeluk ibu korban. 

    “Sabar ya, yang kuat,” tambah Puan yang kembali memeluk ibu Affan dan menggenggam tangannya. Puan juga menyalami adik korban. 

    Kepada korban, Puan berjanji memberikan bantuan pendidikan bagi adik korban. Ia juga akan memberi bantuan sebuah motor untuk ayah Affan yang juga bekerja sebagai driver ojek. 

  • Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, Ucapkan Belasungkawa dan Doakan Korban Ojol yang Tewas saat Demo, Ajak Jaga Persatuan

    Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, Ucapkan Belasungkawa dan Doakan Korban Ojol yang Tewas saat Demo, Ajak Jaga Persatuan

    Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban jiwa dalam aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025).

    “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami turut berbelasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada almarhum Affan Kurniawan,” kata Muzani dalam keterangan resminya, Jumat (29/8/2025).

    Politikus Partai Gerindra ini mendoakan agar amal baik almarhum diterima Allah SWT serta diampuni segala dosa dan kekhilafannya. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

    Lebih lanjut, Muzani mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga persaudaraan dan persatuan, terutama di tengah situasi bangsa yang penuh tantangan.

    “Kami percaya bangsa Indonesia akan selalu menjaga kerukunan, kebersamaan, dan persatuan. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dan menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang dirahmati dan diridai-Nya,” ujar Muzani.

  • Eddy Soeparno Berduka atas Berpulangnya Driver Gojek, Minta Aparat Dahulukan Keselamatan Masyarakat

    Eddy Soeparno Berduka atas Berpulangnya Driver Gojek, Minta Aparat Dahulukan Keselamatan Masyarakat

    Pimpinan MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyampaikan duka dan belasungkawa atas berpulangnya driver Gojek, Affan Kurniawan.

    Eddy mendoakan semoga Affan diberikan tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan.

    Hal ini disampaikan Eddy di sela-sela menjadi narasumber dalam acara bedah buku Investigasi Belantara Izin di Hulu Migas di Gedung Nusantara I MPR RI.

    Doktor Ilmu Politik UI ini menyampaikan, pihaknya membuka ruang dialog seluas-luasnya untuk menampung aspirasi dan kegundahan masyarakat.

    “Sesuai arahan Presiden yang disampaikan oleh Mensesneg, Prasetyo Hadi, bahwa ke depan penyampaian aksi berjalan kondusif dan juga terbuka menerima aspirasi dari masyarakat,” lanjutnya.

    Eddy mengimbau masyarakat yang melanjutkan aksi unjuk rasa untuk menjaga ketertiban dan keselamatan.

    “Kami juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk selalu mendahulukan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

    Secara khusus, Waketum PAN ini meminta untuk tetap waspada jika ada pihak-pihak yang ingin memprovokasi dan menimbulkan keonaran.

    “Mari kita selalu sigap dan menghindari segala bentuk provokasi dan keonaran,” tutup Eddy.

  • Peringkat Daya Saing Industri Anjlok ke Posisi 40, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

    Peringkat Daya Saing Industri Anjlok ke Posisi 40, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

    Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyoroti berbagai tantangan yang menghambat kemajuan industri nasional, mulai dari masalah impor bahan baku hingga ketidakpastian kebijakan pemerintah. Menurut Novita, beberapa kendala ini berpotensi mengancam daya saing industri dalam negeri dan bahkan membuat peringkat daya saing Indonesia merosot tajam.


    Ditemui Parlementaria usai melakukan kunjungan kerja spesifik Panja Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI ke CV Sinar Baja Electric, Novita menjelaskan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi oleh produsen pengeras suara terbesar di Indonesia ini adalah importasi bahan baku.


    “Ada beberapa bahan baku yang notabene sudah mampu diproduksi di dalam negeri, tapi ada beberapa bahan baku yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri,” ujarnya. Ia mencontohkan, bahan baku seperti tanah jarang (rare earth) dan beberapa bahan untuk kertas masih harus diimpor dari Kanada.


    Novita menambahkan bahwa harga barang impor yang fluktuatif akibat persaingan ekonomi global menjadi beban berat bagi perusahaan. “Harga barang impor ini sangat fluktuatif mengingat persaingan ekonomi global kita hari ini yang tentu dapat menekan margin dari perusahaan ini,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/8/2025).


    Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menekankan bahwa gabungan dari beberapa faktor, seperti harga impor yang fluktuatif, ketidakpastian pasar domestik, dan kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah, telah memberikan “hantaman besar” bagi industri nasional. Bahkan data terbaru menunjukkan bahwa peringkat daya saing industri Indonesia anjlok dari peringkat 13 menjadi 40. “Ini hantaman besar bagi pemerintah kita, bagi Republik Indonesia,” tegasnya.


    Untuk mengatasi kemerosotan ini, Novita mengusulkan tiga langkah penting yang harus segera dilakukan pemerintah. Pertama adalah fokus pada produk lokal. Novita menekankan pentingnya transparansi dalam pemilihan produk yang sudah terdaftar di e-katalog. “Kita harus benar-benar fokus, disiplin, berani untuk memilih produk lokal, kembali pada tujuannya,” katanya. 


    Kedua adalah insentif fiskal. Pemerintah dijelaskan Novita, harus memberikan insentif fiskal kepada industri, terutama yang berfokus pada produksi dalam negeri. “Kita harus memfasilitasi beberapa insentif-insentif fiskal kepada industri-industri, utamanya yang memang fokus pada produksi dalam negeri, mulai dari bahan baku hulu hingga ke hilirnya,” jelasnya.


    Ketiga adalah bantuan pemasaran. Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi pelaku usaha untuk bersaing di pasar domestik maupun global. Novita menyebut bahwa pemerintah wajib membantu pemasaran produk-produk industri lokal melalui acara-acara yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun ajang internasional.


    Terakhir, Legislator dapil Jawa Timur VII ini juga menekankan bahwa stabilitas regulasi adalah kunci utama dalam menjaga daya saing industri dalam negeri. “Yang paling penting, kebijakan regulasi yang tidak boleh berubah-ubah. Ini paling dibutuhkan oleh pelaku usaha industri kita,” pungkasnya.

  • Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Kapolri Harus Tindak Tegas Pelaku

    Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Kapolri Harus Tindak Tegas Pelaku

     Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan (20), seorang driver ojek online (Ojol) yang tewas setelah ditabrak dan dilindas mobil Rantis Brimob saat terjadi aksi unjuk rasa. Dia meminta para pelaku ditindak tegas.

    “Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya sahabat Affan Kurniawan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ungkap Abdullah dalam keterangan tertulis yang dikutip kabarpakar.com/, di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

    Abdullah menegaskan bahwa insiden tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban. Ia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menindak tegas anggota Brimob yang menjadi pelaku.

    “Anggota polisi yang menabrak dan melindas almarhum Affan harus bertanggung jawab. Penegakan hukum harus berjalan transparan agar keluarga korban mendapat keadilan,” ujar Politisi Fraksi PKB ini.

    Ia juga mengingatkan kepolisian agar mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi demonstrasi. Menurutnya, tindakan represif hanya akan memperburuk suasana dan melukai kepercayaan publik.

    “Polisi harus melakukan pengamanan demo secara humanis dan tidak menggunakan kekerasan terhadap peserta aksi. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat,” tegasnya.

    Di sisi lain, Abdullah mengimbau masyarakat yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Ia meminta peserta aksi tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum.

    “Demonstrasi adalah hak konstitusional, tapi harus dijalankan dengan tanggung jawab. Jangan sampai merugikan masyarakat luas,” kata legislator asal Dapil Jawa Tengah VI itu.

    Seperti diberitakan, driver ojol Affan Kurniawan meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas oleh mobil Rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

    Affan Kurniawan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah dilindas mobil Rantis Brimob Polri, Namun nyawa Affan Kurniawan tak tertolong. Para driver ojol tidak terima dan menggeruduk Markas Brimob Kwitang. 

  • Lestari Moerdijat: DPR Segera Introspeksi Diri untuk Kehidupan Berbangsa yang Lebih Baik

    Lestari Moerdijat: DPR Segera Introspeksi Diri untuk Kehidupan Berbangsa yang Lebih Baik

    Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengajak para wakil rakyat melakukan introspeksi diri dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

    “Unjuk rasa ke DPR RI yang menimbulkan korban jiwa harus menjadi dorongan kuat bagi para wakil rakyat untuk segera melakukan introspeksi diri, apakah amanah yang dititipkan masyarakat sudah dijalankan dengan baik atau masih jauh dari harapan?” kata Lestari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/8).

    Pada kesempatan itu, Rerie, sapaan akrab Lestari, menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang menjadi korban pada unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8) malam.

    Demonstrasi, demikian menurut Rerie, merupakan salah satu medium warga dalam menyampaikan pendapat. “DPR ke depan harus mampu membuat mekanisme agar utusan demonstran dapat diterima oleh DPR sehingga aspirasi mereka dapat langsung disampaikan,” ujar Rerie.

    Di dalam mekanisme itu, Polri dapat menjadi sahabat dua pihak, DPR dan pengunjuk rasa, yang berperan membawa serta mengawal utusan demonstran bertemu pimpinan DPR atau pihak yang ditugaskan.

    DPR kiranya harus sensitif dalam mengambil keputusan mengenai pendapatan atau fasilitas yang diterima dengan menimbang kondisi ekonomi rakyat. “Dalam hal ini, saya mendukung dibatalkannya anggaran pengganti fasilitas perumahan.”

    Anggota DPR harus pula lebih mawas diri dalam bermedia sosial serta lebih berempati terhadap masalah yang dihadapi rakyat.

    Berbagai kekurangan yang terjadi dalam menjalankan amanah yang dititipkan oleh rakyat, menurut Rerie, harus segera diperbaiki dalam upaya mengisi kemerdekaan dengan berbagai program pembangunan.

    Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI, mengajak setiap anak bangsa untuk segera merajut kembali persatuan di tengah dinamika politik dan ekonomi global maupun nasional yang terjadi saat ini.

    Rerie berpendapat, dengan didasari semangat persatuan yang kuat diharapkan setiap anak bangsa mampu mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih konstruktif, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang lebih merata di tanah air.