Tag: DPR RI

  • Anggota Komisi IX DPR RI Dorong Komunitas Samin Jadi Contoh Keterlibatan Masyarakat dalam Penyediaan Gizi

    Anggota Komisi IX DPR RI Dorong Komunitas Samin Jadi Contoh Keterlibatan Masyarakat dalam Penyediaan Gizi

    Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan dengan pendekatan yang berpihak kepada masyarakat dan selaras dengan kearifan lokal. Menurutnya, keberhasilan program nasional ini tidak hanya ditentukan oleh penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga oleh seberapa besar masyarakat dilibatkan dalam seluruh rantai penyediaannya.


    “Pendekatan program MBG sebaiknya tidak top-down. Justru harus melibatkan masyarakat lokal, terutama petani dan peternak, dalam menyediakan pasokan bahan baku bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ujar Edy Wuryanto dalam keterangan rilisnya yang diterima kabarpakar.com/, Selasa (28/10/2025).


    Edy menilai bahwa MBG bukan sekadar kebijakan pemerintah pusat, melainkan kelanjutan dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang telah hidup turun-temurun. Dalam MBG ada semangat gotong royong, kepedulian, dan berbagi kepada sesama. Karena itu, dia mendorong agar promosi dan edukasi program MBG mengangkat tradisi dan kearifan lokal di setiap daerah. 


    “Program ini akan lebih diterima masyarakat jika dikaitkan dengan budaya yang mereka kenal,” ungkapnya.


    Sebagai contoh, Edy menyoroti nilai-nilai Sedulur Sikep dari ajaran Samin Surosentiko, tokoh asal Blora yang dikenal menjunjung tinggi prinsip kesederhanaan, kejujuran, dan solidaritas sosial. Dalam tradisi masyarakat Samin, setiap tamu yang datang selalu dijamu dengan makanan terbaik. Ini bukan sekadar bentuk keramahan, melainkan simbol penghormatan dan persaudaraan. 


    “Semangat memberi makan kepada orang lain sudah menjadi bagian dari budaya kita jauh sebelum ada program pemerintah. Tentu bukan hanya formalitas, tapi memberikan menu terbaik. Seperti inilah yang perlu diangkat dalam promosi MBG agar masyarakat merasa bahwa program ini lahir dari akar budayanya sendiri,” katanya.


    Menurut Edy, Kabupaten Blora memiliki potensi besar untuk menjadi contoh nasional pelaksanaan MBG yang melibatkan masyarakat secara aktif. Wilayah ini memiliki banyak komunitas petani dan peternak. Termasuk para pengikut komunitas masyarakat Sedulur Sikep yang mengelola berbagai komoditas seperti padi, sapi, lele, melon, dan sayuran.


    Legiselator dari Dapil Jawa Tengah III ini menilai  keterlibatan mereka dalam penyediaan bahan baku untuk dapur-dapur SPPG tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan. 


    “Dari 73 dapur SPPG yang ada di Blora, potensi perputaran uangnya bisa mencapai sekitar Rp525 miliar per tahun. Jika seluruh kebutuhan bahan bakunya dipasok dari petani dan peternak lokal, maka manfaat ekonomi program ini akan langsung dirasakan masyarakat,” tuturnya.


    Namun, Edy mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan rantai pasok berjalan baik. Dia menekankan perlunya pemetaan terhadap potensi pertanian dan peternakan agar produksi daerah mampu memenuhi permintaan program tanpa menimbulkan gejolak harga. 


    “Kalau kebutuhan MBG meningkat tanpa perencanaan matang, bisa memicu inflasi daerah. Tapi kalau dikelola dengan baik, justru akan menciptakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat Blora,” katanya.


    Politisi PDI Perjuangan ini menyebut, semangat MBG tidak berhenti pada penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat. Program ini bisa menjadi penghubung antara kebijakan nasional dengan kekuatan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat jati diri bangsa melalui budaya berbagi dan gotong royong. 


    “MBG ini bukan hanya program Presiden, tetapi cerminan nilai-nilai luhur bangsa kita,  menolong sesama dan memastikan tidak ada yang kelaparan,” tuturnya.


    Edy berharap Blora dapat menjadi percontohan nasional dalam pelaksanaan MBG berbasis kearifan lokal. Dia yakin keberhasilan di Blora dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan model serupa yang sesuai dengan budaya dan potensi masing-masing. 


    “Blora bisa menjadi ikon bagaimana program nasional dapat tumbuh dari akar budaya lokal. Dengan menggabungkan semangat budaya dan ekonomi rakyat, MBG akan menjadi gerakan yang menyehatkan generasi sekaligus menyejahterakan masyarakat,” tutur Edy. 

  • Penurunan Biaya Haji Cuma Rp1 Juta Dikritik DPR: Selly Pertanyakan Potensi Efisiensi dan Anggaran Kerugian Rp5 Triliun di Belakang Layar!

    Penurunan Biaya Haji Cuma Rp1 Juta Dikritik DPR: Selly Pertanyakan Potensi Efisiensi dan Anggaran Kerugian Rp5 Triliun di Belakang Layar!

    Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyoroti ketidakterbukaan dan potensi inefisiensi dalam penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1447 H/2026 M. Kritik tersebut ia sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (27/10/2025).


    Dalam rapat yang membahas usulan BPIH dan sejumlah isu aktual itu, Selly mengapresiasi adanya penurunan biaya haji sebesar Rp1 juta, dari Rp89,4 juta menjadi Rp88,4 juta. Namun, ia menilai penurunan tersebut belum mencerminkan potensi efisiensi yang sebenarnya.


    “Kalau pengurangan 200 riyal untuk masyair saja bisa setara dengan Rp800 ribu lebih, logikanya penurunan biaya haji seharusnya bisa lebih dari satu juta rupiah,” tegas Selly.


    Lebih jauh, legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyinggung pernyataan dari Kementerian Haji dan Umrah yang sebelumnya menyebut adanya indikasi kerugian hingga Rp5 triliun dalam penyelenggaraan pelayanan haji, khususnya di sektor transportasi dan akomodasi selama di Makkah dan Madinah.


    “Kalau memang benar ada kerugian negara sebesar itu, maka seharusnya anggaran tersebut bisa digunakan untuk mengurangi biaya haji jamaah. Kami ingin data itu dibuka secara transparan, supaya tidak ada yang ditutupi,” ujar Selly.


    Tuntut Asas Keadilan Antar-Embarkasi


    Selly juga menyoroti ketimpangan biaya antar-embarkasi yang selama ini menjadi pertanyaan para calon jamaah haji di daerah. Menurutnya, jamaah dari Aceh hingga Papua seharusnya membayar biaya yang sama, mengingat seluruh jamaah adalah warga negara yang memiliki hak dan kewajiban setara dalam beribadah.


    “Selama ini jamaah selalu bertanya kenapa biaya haji dari Aceh lebih murah dibanding Jawa Barat atau Banjarmasin. Kalau asas keadilan ingin ditegakkan, seharusnya tidak ada perbedaan biaya. Selisih biaya karena avtur misalnya, bisa ditanggung oleh nilai manfaat, bukan dibebankan kepada jamaah,” jelasnya.


    Ia pun menantang Kementerian Haji dan Umrah untuk berani menerapkan kebijakan biaya haji seragam secara nasional, dengan menanggung perbedaan biaya dari hasil pengelolaan nilai manfaat dana haji.


    Soroti Inefisiensi dan Transparansi Anggaran


    Dalam rapat tersebut, Selly juga mengkritik adanya sejumlah pos anggaran yang dinilainya belum efisien, seperti kegiatan manasik haji di setiap kecamatan yang menelan anggaran besar. “Kalau memang bisa dilakukan efisiensi, sebaiknya dilakukan. Misalnya kegiatan manasik yang diadakan menjelang keberangkatan itu perlu dikaji ulang. Jangan sampai ada pemborosan anggaran,” ujarnya.


    Selly menegaskan bahwa Komisi VIII akan membentuk Panitia Kerja (Panja) bersama pemerintah untuk mendalami hasil temuan BPKP, BPK, dan ICW, terutama terkait indikasi penyimpangan atau kerugian dalam penyelenggaraan haji sebelumnya.


    “Kami ingin Panja ini dipimpin langsung oleh pemerintah agar hasil temuan dari lembaga audit seperti BPK atau BPKP bisa menjadi bahan pembahasan yang konkret. Kita ingin semua transparan, tidak ada dusta di antara kita,” tuturnya.

  • Perdana di Bawah Kementerian Baru: DPR Desak BPIH 2026 Turun Drastis, Husni Harap Masalah Haji 2025 Tidak Terulang

    Perdana di Bawah Kementerian Baru: DPR Desak BPIH 2026 Turun Drastis, Husni Harap Masalah Haji 2025 Tidak Terulang

    Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah memulai pembahasan awal mengenai Besar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 pada Senin (27/10/2025) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Anggota Komisi VIII DPR RI M Husni mengatakan, pembahasan ini menjadi tahap penting sebelum penetapan biaya haji dan pelaksanaan pelunasan calon jemaah yang ditargetkan selesai paling lambat bulan November.


    “Disampaikan bahwa biaya haji 2026 memang mengalami penurunan sebesar 1 juta rupiah dari sebelumnya sebesar 88,4 juta. Namun, angkanya tidak memuaskan seharusnya bisa lebih besar,” tuturnya.


    Ia menjelaskan, Komisi VIII berharap agar biaya haji tahun depan dapat kembali diturunkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan bagi jemaah. Menurutnya, penyelenggaraan haji 2025 menjadi pelajaran penting setelah muncul berbagai persoalan di lapangan. “Apa yang terjadi pada pelaksanaan haji 2025 menjadi pelajaran dan kami berharap permasalahan yang ada dilapangan tidak terulang kembali dihaji 2026,” imbuhnya.


    Di sisi lain ia menilai, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang baru akan membawa perbaikan signifikan dalam manajemen penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. “Ini perdana bagi BP Haji yang akan melaksanaan ibadah haji tahun 2026, kami mengharapkan agar pelaksanaannya akan jauh lebih baik,” tuturnya.


    Adapun kloter pertama calon jemaah haji dijadwalkan berangkat pada pekan ketiga April 2026. Diharapkan para calon jemaah haji 2026 sudah melunasi Bipih pada Desember 2025. Pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah membayarkan uang muka sebesar Rp2,7 triliun kepada Arab Saudi untuk persiapan haji 2026. Pembayaran ini untuk memesan lokasi di Arafah dan Mina agar Indonesia mendapatkan kuota dan fasilitas haji yang lebih baik untuk tahun mendatang.

  • 110 WNI Korban Online Scam di Kamboja Dipulangkan, Nurhadi (DPR): Penanganan Wajib Lanjut ke Trauma Healing dan Reintegrasi

    110 WNI Korban Online Scam di Kamboja Dipulangkan, Nurhadi (DPR): Penanganan Wajib Lanjut ke Trauma Healing dan Reintegrasi

    Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi memberikan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah, khususnya Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Migran Indonesia (P2MI) yang memastikan 110 WNI korban online scam di Kamboja segera dipulangkan ke tanah air. Nurhadi mengatakan hal itu merupakan bukti negara melindungi warga negaranya.


    “Saya mengapresiasi langkah cepat Kementerian P2MI yang memastikan 110 WNI korban online scam di Kamboja segera dipulangkan. Ini bukti nyata bahwa negara tidak tinggal diam ketika warganya menjadi korban eksploitasi digital lintas negara,” kata Nurhadi, dalam keterangan tertulis yang diterima kabarpakar.com/ Senin (27/12/2025).


    Seperti diketahui, Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan sebanyak 110 WNI korban online scam di Kamboja akan segera dipulangkan ke tanah air. Para korban diketahui melarikan diri dari sebuah perusahaan online scam yang beroperasi di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.


    Mukhtarudin menegaskan pemerintah hadir untuk melindungi warganya. Ia menyebut seluruh proses pemulangan tengah dilakukan dengan koordinasi berbagai pihak agar para korban dapat segera kembali ke Indonesia dengan selamat.


    Dari total 110 korban, sebanyak 97 WNI lebih dulu berhasil melarikan diri dari perusahaan tersebut, sementara 13 WNI lainnya berhasil dikeluarkan dari lokasi di Chrey Thum berkat upaya tim P2MI di lapangan.


    Terkait hal tersebut, Nurhadi meminta agar kasus ini dijadikan sebagai peringatan bagi semua pihak mengenai bahaya modus penipuan daring yang berujung pada kerja paksa. Ia pun berharap ada pendampingan kepada korban setelah kembali ke tanah air sebagai bagain dari trauma healing dan pemulihan.


    “Kasus ini harus jadi peringatan serius bagi kita semua. Modus penipuan online yang berujung pada kerja paksa bukan hanya soal kriminalitas, tapi juga soal kemanusiaan,” sebutnya.


    “Karena itu, saya mendorong agar penanganan tidak berhenti di bandara saat mereka tiba di tanah air. Harus ada pendampingan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial agar para korban benar-benar pulih dan tidak kembali terjebak dalam situasi yang sama,” tambah Nurhadi.


    Selain itu, anggota komisi yang membidangi urusan ketenagakerjaan itu menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap jalur penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Nurhadi berpandangan perlu adanya kebijakan untuk memperkuat sistem perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI).


    “Di sisi lain, pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan terhadap jalur penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Kita tidak boleh lagi kecolongan dengan praktik perekrutan ilegal yang menjebak anak muda dengan janji kerja palsu,” sebutnya.


    “Negara hadir bukan hanya untuk memulangkan, tapi untuk memastikan warganya terlindungi. Setiap kasus harus menjadi pelajaran untuk memperkuat sistem perlindungan pekerja migran kita dari hulu sampai hilir,” lanjut Nurhadi.


    Lebih lanjut, Nurhadi memastikan Komisi IX DPR RI akan terus mengawal upaya perlindungan bagi pekerja migran dan WNI di luar negeri. “Kami di Komisi IX DPR RI akan terus mengawal hal ini agar perlindungan bagi pekerja migran dan WNI di luar negeri semakin kuat, manusiawi, dan berkeadilan,” tutupnya.

  • Dapat Curhat Warga Soal Banjir Rob di Pemalang, Rizal Bawazier Dorong Pemerintah Bangun Tanggul Laut

    Dapat Curhat Warga Soal Banjir Rob di Pemalang, Rizal Bawazier Dorong Pemerintah Bangun Tanggul Laut

     Keluhan warga soal banjir rob, jalan rusak dan kerusakan lahan di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier

    Beberapa masalah diungkapkan oleh para kepala desa dan warga, seperti banjir akibat air laut yang meluap, akses jalan yang rusak sampai lahan pertanian yang tergenang air.

    Dalam keterangan kepada kabarpakar.com/, di Jakarta, Minggu (26/10/2025), kegiatan reses ini dihadiri sejumlah kepala desa di Kecamatan Ulujami, antaranya Kades Kertosari, Blendung, Kaliprau, Samong, dan beberapa kepala desa di kecamatan paling timur Kabupaten Pemalang.

    Kepala Desa Kertosari, Supriyanto, dalam pertemuan dengan Rizal Bawazier menyampaikan keluhan terkait banyaknya lahan pertanian yang tenggelam akibat banjir rob.

    “Kami mengalami masalah, banjir rob sampai ke pemukiman. Yang paling parah adalah Desa Blendung, karena hampir semua pemukiman tergenang air rob. Untuk lahan pertanian, hampir semua tidak bisa ditanami, khususnya di Kertosari hanya 20 persen yang bisa ditanami, sedangkan untuk tambak hampir semua tidak bisa beroperasi,” keluhnya dalam kegiatan reses Rizal Bawazier di komplek Pantai Kertosari, Ulujami, Kamis (23/10/2025).

    Menanggapi keluhan dari para perwakilan kepala desa, Rizal Bawazier langsung menindaklanjuti aspirasi tersebut. “Untuk daerah Ulujami, Pemalang, Pekalongan kota, dan Batang di sebelah barat, saya minta di 2026 segera dibangun tanggul raksasa,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Rizal berjanji akan terus mendorong pemerintah untuk segera mewujudkan proyek penanggulangan banjir rob tersebut.

    “Kita fokus ke Menteri AHY karena program ini merupakan program presiden ke presiden, pak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai menteri koordinator bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Kita terus mendorong agar diutamakan. Kita tidak mau pakai mangrove, kita mau jenis tanggul atau Giant Sea Wall (GSW),” terang Anggota Komisi VI DPR RI ini.

    Masalah dana untuk membangun tanggul raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) yang sedang dibicarakan, Rizal Bawazier menyatakan bahwa dana bisa berasal dari APBN atau dari investor.

    “Reklamasi untuk mencegah rob ini, dana nya berasal dari APBN atau investor, jadi jika ada dari investor, biasanya ada manfaat yang bisa dinikmati oleh investor itu sendiri, jadi tidak hanya sekadar membangun tanggul di pesisir pantai, apa yang bisa diharapkan oleh investor itu yang sedang dipertimbangkan,” jelas Rizal.

    “Manfaat yang bisa dimanfaatkan di sepanjang jalur rob ini sebenarnya cukup banyak, misalnya seperti kawasan industri atau kawasan rekreasi yang bisa dimanfaatkan oleh investor tersebut,” tutupnya. 

  • Jadi Penentu Pembangunan Nasional, Jangan Pangkas Anggaran Sensus Ekonomi 2026

    Jadi Penentu Pembangunan Nasional, Jangan Pangkas Anggaran Sensus Ekonomi 2026

    Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar rutinitas statistik, melainkan kompas utama yang menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, pria yang akrab disapa Fikri ini juga mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk tidak menyepelekan program tersebut, apalagi sampai memangkas anggaran.

    Hal itu disampaikan Fikri Faqih saat menggelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama Badan Pusat Statistik (BPS) RI di Kota Tegal, Senin (20/10/2025). Kegiatan yang bertema Peningkatan Literasi Statistik Masyarakat ini diikuti pelaku usaha, akademisi, dan aparat daerah dari wilayah Brebes dan Tegal.

    Menurut Fikri, sensus merupakan mandat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang wajib dilakukan setiap sepuluh tahun. Ia menilai data hasil sensus akan menjadi dasar kuat agar kebijakan pemerintah lebih terarah, efisien, dan akurat. 

    “Pelaksanaan pembangunan itu adalah dengan sensus, supaya kita punya data yang kuat, dan akurat, dan aktual. Maka 2026 ini harus dilaksanakan,”  kata wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) IX Jawa Tengah (Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) ini.

    Politisi Fraksi PKS ini juga menyoroti target ekonomi pemerintah. Fikri juga memastikan akan akan bersuara keras jika ada rencana efisiensi yang mengorbankan program sensus tersebut. “Kalau ingin pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen, maka data dasarnya harus kuat dan akurat. Jangan hanya berdasarkan asumsi,” ujarnya. 

    Fikri juga menekankan pentingnya literasi statistik masyarakat agar data yang terkumpul akurat dan dapat digunakan untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran.

    Dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap peta ekonomi Indonesia menjadi lebih komprehensif dan siap menghadapi era digitalisasi ekonomi.

    Sensus ekonomi menjadi dasar perencanaan pembangunan yang menyentuh semua sektor, baik industri, UMKM, maupun jasa.

    Deputi Bidang Neraca Analistik Badan Pusat Statistik (BPS), Edi Mahmud, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup seluruh kegiatan ekonomi non-pertanian, mulai dari usaha mikro hingga besar, termasuk transaksi ekonomi digital. 

  • Langkah Menkeu Hentikan Impor Pakaian Bekas Jadi Angin Segar bagi Industri Tekstil Nasional

    Langkah Menkeu Hentikan Impor Pakaian Bekas Jadi Angin Segar bagi Industri Tekstil Nasional

    Anggota Komisi VI DPR RI Imas Aan Ubudiyah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang berencana menghentikan impor pakaian bekas dengan memasukkan para pemasok ke dalam daftar hitam (blacklist). Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi industri tekstil nasional untuk bertahan dari gempuran barang bekas impor di pasar dalam negeri.

    “Kami mendukung langkah Menkeu untuk menghentikan peredaran pakaian bekas dengan memasukkan para pemasok ke dalam daftar hitam importir. Ini langkah strategis untuk memutus mata rantai peredaran pakaian bekas di Indonesia,” ujar Imas Aan dalam keterangan tertulis yang dikutip kabarpakar.com/, di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).

    Walakin, ia menekankan, penghentian impor harus dilakukan sejak hulu, bukan hanya di tingkat distribusi dalam negeri. Pembatasan penjualan tanpa menghentikan arus barang dari luar negeri, menurutnya, tidak akan efektif.

    “Kalau pengiriman pakaian bekas masih terjadi, maka peredarannya tetap sulit dihentikan. Karena itu, langkah tegas Menkeu perlu diapresiasi. Jika pemasok yang sudah di-blacklist masih nekat mengirim barang ke Indonesia, harus diberi sanksi berat,” tegasnya.

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sejak 2024 hingga Agustus 2025 tercatat 2.584 kasus penyelundupan pakaian bekas (balpres) berhasil ditindak, dengan total barang bukti sebanyak 12.808 koli dan nilai mencapai sekitar Rp49,44 miliar.

    Imas menilai, penghentian impor pakaian bekas sangat penting untuk menjaga keberlanjutan industri tekstil nasional yang tengah berupaya meningkatkan daya saing dan memperluas pasar domestik.

    “Produk tekstil dalam negeri sebenarnya sangat berkualitas. Banyak pelaku usaha yang berinovasi, tetapi terhambat karena pasar dibanjiri pakaian bekas murah. Jika impor benar-benar dihentikan, industri tekstil nasional akan kembali bergairah,” ujar Politisi Fraksi PKB ini.

    Ia juga menyoroti maraknya penjualan pakaian bekas di pasar tradisional hingga platform daring (online shop), yang menurutnya menjadi tantangan serius bagi produsen lokal.

    “Bagaimana industri tekstil kita bisa berkembang kalau harus bersaing dengan barang bekas impor yang dijual murah dan mudah ditemukan di pasar maupun online. Sudah saatnya pemerintah berpihak penuh kepada produk dalam negeri,” pungkas Imas. 

  • BURT DPR Dorong Peningkatan Kepercayaan Publik terhadap Layanan Kesehatan Domestik

    BURT DPR Dorong Peningkatan Kepercayaan Publik terhadap Layanan Kesehatan Domestik

    Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari, menyoroti masih tingginya minat masyarakat Indonesia, khususnya warga Batam, yang memilih berobat ke Malaysia dan Singapura dibandingkan rumah sakit dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Desy usai memimpin langsung Tim Kunjungan Kerja BURT DPR RI ke Rumah Sakit (RS) Awal Bros Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (25/10/2025).

    Menurut Desy, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan nasional menjadi kunci utama dalam mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit luar negeri. Ia menilai bahwa kualitas pelayanan, profesionalitas tenaga kesehatan, serta dukungan teknologi medis perlu terus diperkuat agar masyarakat merasa yakin berobat di tanah air.

    “Kalau menurut saya yang paling utama sekali harus mampu untuk meningkatkan kepercayaan dari masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh semua dokter-dokternya maupun oleh tenaga kesehatannya yang ada di RS Awal Bros ini. Sehingga mereka bisa memiliki competitiveness value dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat dan juga betul-betul membuktikannya lewat pelayanan dan lewat teknologi kesehatan yang mereka miliki di rumah sakit ini, sehingga tidak banyak orang melirik,” ujar Desy kepada kabarpakar.com/.

    Fenomena warga Batam berobat ke luar negeri bukan hal baru. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, sebelum pandemi COVID-19 tercatat lebih dari 200 ribu warga Batam setiap tahunnya melakukan perjalanan medis ke Johor Bahru, Kuala Lumpur, dan Singapura. Nilai belanja kesehatan masyarakat Indonesia di luar negeri bahkan diperkirakan mencapai Rp160 triliun per tahun, dengan Batam menjadi salah satu penyumbang terbesar karena letak geografisnya yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura.

    Desy menegaskan, kondisi ini menjadi tantangan bagi rumah sakit swasta maupun pemerintah di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar tidak kalah bersaing dengan fasilitas kesehatan negara tetangga.

    “Kalau kepercayaan publik sudah tumbuh, saya yakin masyarakat kita akan lebih memilih berobat di dalam negeri. Apalagi jika pelayanan dan teknologi medis kita bisa menandingi rumah sakit di luar,” tambah Politisi Fraksi PAN ini.

    Untuk diketahui, Kunjungan kerja BURT DPR RI ke RS Awal Bros Batam kali ini juga bertujuan memastikan kesiapan fasilitas rumah sakit mitra program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Utama (Jamkestama) yang diperuntukkan bagi Anggota DPR RI, sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi peningkatan layanan di seluruh Indonesia.

  • Adang Daradjatun: Komisi III Siap Kawal Keluhan Warga Terkait Sulitnya Akses Keadilan

    Adang Daradjatun: Komisi III Siap Kawal Keluhan Warga Terkait Sulitnya Akses Keadilan

    Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memperoleh keadilan. Hal ini ia sampaikan usai Komisi III menerima sejumlah pengaduan warga terkait berbagai persoalan hukum, mulai dari sengketa lahan hingga dugaan maladministrasi di instansi pemerintah di Ruang Rapat Komisi III, Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/10/2025). 

    Menurut Adang, banyak masyarakat yang masih menemui kendala saat berhadapan dengan proses hukum. Karena itu, DPR melalui Komisi III berperan penting sebagai jembatan untuk menyalurkan aspirasi sekaligus mencari titik terang atas kasus yang dinilai tidak adil.

    “Kita mendengarkan langsung keluhan masyarakat tentang betapa sulitnya memperoleh keadilan. Komisi III hadir untuk menilai secara objektif, bukan menuduh lembaga tertentu, tapi melihat secara adil antara hak masyarakat dengan tanggung jawab institusi,” ujar Adang dalam kesempatan itu.

    Legislator dari Fraksi PKS ini pun menyebutkan, pihaknya akan melakukan kajian mendalam terhadap setiap laporan yang masuk, termasuk mengidentifikasi proses yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan hukum. “Jika diperlukan, lembaga-lembaga terkait seperti BPN, kepolisian, dan pengadilan akan kita undang untuk memberikan klarifikasi,” jelasnya.

    Ia menekankan bahwa langkah DPR bukan hanya sebatas menerima laporan, tetapi memastikan ada tindak lanjut nyata dari setiap pengaduan masyarakat. Kata Adang, Komisi III ingin memastikan keadilan benar-benar bisa dirasakan oleh rakyat. DPR hadir untuk mengawal hal tersebut.

    Dengan terbukanya forum aspirasi ini, Adang berharap masyarakat tidak ragu melaporkan dugaan ketidakadilan hukum. “Kepercayaan publik kepada DPR untuk mencari keadilan adalah tanggung jawab besar yang akan kami jaga dengan transparansi dan keberpihakan pada kebenaran,” pungkasnya.

  • Raja Faisal Melayani Masyarakat Sepenuh Hati, Tanpa Menunggu Bencana Besar

    Raja Faisal Melayani Masyarakat Sepenuh Hati, Tanpa Menunggu Bencana Besar

    Kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir di wilayah Kampung Bugen Utara, RT/RW 08/03, Bangetayu Kulon, Genuk, Semarang, kembali ditunjukkan oleh Anggota DPR RI Raja Faisal Manganju Sitorus.

    Dalam kunjungan bertajuk “Silaturahmi Sepenuh Hati Bersama Masyarakat”, Raja Faisal turun langsung menemui warga di rumah Bapak Sopian, bersama tokoh masyarakat Bapak Rohwanudin, tokoh agama Haji Suwardi, serta jajaran pengurus lingkungan seperti Bapak Rudi (Ketua RT), Bapak Agus Sudioso (Sekretaris), dan Bapak Wawan Agustian (Bendahara), Kamis (23/10/2025).

    Sebagai bentuk kepedulian, Raja Faisal menyerahkan 100 paket telur dan 15 dus mie instan bagi warga yang terdampak banjir. Meski genangan air tidak terlalu tinggi, namun beliau menegaskan bahwa kepedulian tidak perlu menunggu bencana besar.

    “Bagi saya, membantu masyarakat itu bukan soal besar kecilnya musibah. Selama rakyat membutuhkan, kita harus hadir dan membantu dengan sepenuh hati,” ujar Politisi Fraksi Partai Demokrat itu dalam keterangan tertulis kepada kabarpakar.com/. 

    Warga menyambut kedatangan Raja Faisal dengan hangat. Mereka mengapresiasi langkah cepat dan perhatian yang diberikan, terutama di tengah situasi yang kerap menimbulkan kesulitan dalam aktivitas sehari-hari.

    Tokoh masyarakat Rohwanudin menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kami senang dan bangga karena Pak Raja mau datang langsung ke kampung kami. Bantuan ini sangat berarti, apalagi beliau datang dengan ketulusan, bukan hanya janji,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Raja Faisal juga berjanji untuk terus memperjuangkan program-program pembangunan yang berpihak pada masyarakat, khususnya di daerah rawan banjir. Ia menegaskan bahwa pelayanan terhadap rakyat harus terus berjalan tanpa mengenal waktu dan keadaan.

    “Ini adalah bagian dari komitmen saya sebagai wakil rakyat — hadir, mendengar, dan membantu secara nyata. Karena melayani rakyat bukan sekadar tugas, tapi panggilan hati,” tutupnya.