Tag: Indonesia

  • Setjen DPR MoU dengan Kemensetneg, Percepat Penyelesaian Data Pejabat Negara

    Setjen DPR MoU dengan Kemensetneg, Percepat Penyelesaian Data Pejabat Negara

    Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI menjalin kerja sama dengan Kementerian Sekretaris Negara melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis terkait aplikasi kendali administrasi pejabat negara. Deputi Persidangan Setjen DPR RI Suprihartini, mengatakan kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat  penyelesaian data terhadap anggota DPR RI yang baru dilantik maupun yang memasuki masa pensiun.


    “Dengan adanya MoU dengan Kementerian Sekretaris Negara ini, maka diharapkan penyelesaian datanya bisa dipercepat. Sekaligus meninggalkan hal-hal konvensional yang sebelumnya dilakukan,” ungkap saat diwawancara pada kabarpakar.com/ di Ruang Rapat Komisi XIII, Gedung DPR, Selasa (14/10/2025).


    Di sisi lain, ia mengungkapkan saat ini Setjen DPR RI sudah menghadirkan aplikasi SIGOTA melalui Sistem ini publik dapat melihat daftar anggota berdasarkan AKD, dapil, dan fraksi. Menu ini juga menyediakan sejumlah kanal yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas anggota DPR.


    “Jadi sebenarnya ini hanya mempermudah dalam pertukaran data, nantinya teman-teman dari Sesneg akan dipermudah dengan penarikan data yang diperlukan,” tuturnya.


    Ia menyampaikan penandatangan MoU ini sebagai bentuk pelayanan terhadap anggota DPR RI. Lebih lanjut, ia mengatakan kedepannya penandatangan MoU ini juga akan mempermudah penarikan data terhadap anggota DPR yang baru dilantik.


    “Nantinya juga akan dipersiapkan untuk anggota DPR RI yang akan dilantik karena prosesnya cukup panjang bukan hanya dengan Kementerian Sekretaris Negara namun juga dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU),” pungkasnya. 

  • Calon Pekerja Migran Harus Waspadai Iming-Iming Kerja di Luar Negeri Non-Prosedural

    Calon Pekerja Migran Harus Waspadai Iming-Iming Kerja di Luar Negeri Non-Prosedural

    Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi. Ia menilai pemerintah telah menyiapkan skema perlindungan dan pembiayaan bagi pekerja migran, sehingga masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada praktik perekrutan ilegal.

    Hal tersebut disampaikan Cucun saat mengunjungi Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang kerap kali menjadi wilayah penyumbang pekerja migran, khususnya di daerah Gunung Alu, Sinangkerta, dan Cipongkor, pada Senin (6/10/2025). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi mengenai keamanan dan prosedur pemberangkatan pekerja migran.

    “Hari ini saya datang ke wilayah yang banyak menjadi kontributor pekerja migran. Ini adalah wilayah Bandung Barat di selatan, Gunung Alu, Sinangkerta, Cipongkor, yang dulu hampir banyak di negara-negara Timur Tengah. Tapi sekarang sudah mulai bergeser dan banyak menerima sosialisasi, tidak mengambil di Timur Tengah tetapi di wilayah Asia yang ramah dengan migran,” ujar Cucun kepada kabarpakar.com/ di sela-sela kunjungan.

    Politisi Fraksi PKB ini juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan janji-janji manis yang kerap menjadi pintu masuk praktik penipuan terhadap calon pekerja migran.

     “Tadi saya menyampaikan jangan sampai terjebak atau jangan sampai juga tertipu dengan iming-iming. Bekerjalah sebagai pekerja migran secara prosedural. Pemerintah sudah hadir melalui dinas tenaga kerjanya, kemudian juga Kementerian P2MI sekarang hadir, dan saya itu kebetulan di Pimpinan DPR RI Korkesra, mewanti-wanti kepada semuanya, terutama para agen-agen (penyalur PMI) tolong orang yang lagi butuh (bekerja),” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Cucun menyoroti praktik pungutan liar yang kerap terjadi dalam proses pemberangkatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meringankan beban calon pekerja migran dan keluarganya.

    “Jangan sampai mereka itu sebetulnya bisa skemanya banyak. Jangan misalkan sekarang dipungutin, uangnya diminta bayaran sekian-sekian, kemudian nanti dengan beban pengembalian yang banyak. Padahal negara sudah hadir melalui skema KUR, nanti kita akan bantu skema KUR-nya untuk para pekerja migran, nanti bisa bagaimana mereka juga mengembalikan uang yang bekas mereka berangkat ini, idak menjadi beban buat keluarganya. Negara sudah siapkan perangkat semuanya,” tegas wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat II ini.

    Melalui pernyataannya, Cucun berharap para calon pekerja migran dapat lebih selektif dalam memilih jalur dan agen penyalur kerja. Ia juga mengimbau para agen agar menjalankan tugas dengan itikad baik, membantu masyarakat, dan tidak terlibat dalam praktik penipuan. 

  • Dua Langkah atasi Arogansi Israel

    Dua Langkah atasi Arogansi Israel

     Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, melakukan pertemuan dengan perwakilan National DBS Palestinian Centre yaitu Saleh dan Apurva untuk membahas langkah konkret dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.


    Dalam pertemuan tersebut, dibahas usulan untuk menutup seluruh wilayah dan perairan Indonesia bagi kapal yang membawa produk yang berasal dari Israel maupun yang akan dikirim menuju Israel. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk nyata penolakan terhadap agresi dan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Israel di tanah Palestina.


    Menurut Mardani dalam keterangan tertulis yang diperoleh kabarpakar.com/, Senin (13/10/2025), langkah ini dipandang sebagai wujud konsistensi terhadap prinsip dan komitmen konstitusional Indonesia dalam mendukung kemerdekaan segala bangsa terutama Palestina. 


    Hal lain yang dibahas oleh BKSAP DPR RI dan DBS Palestinian Centre adalah Israel sudah seharusnya dikeluarkan dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena terus melakukan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional. Kedua lembaga menegaskan perlunya langkah diplomatik yang lebih berani dan tegas untuk memastikan penegakan keadilan bagi Palestina.


    BKSAP DPR RI juga berkomitmen untuk melanjutkan koordinasi dengan berbagai lembaga internasional dan organisasi masyarakat sipil global guna memperkuat kampanye solidaritas dan tekanan internasional terhadap Israel. Pertemuan ini juga menandai komitmen bersama untuk memperkuat jejaring diplomasi parlemen dan masyarakat sipil dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. 

  • Ateng Sutisna: Penggunaan Etanol dalam BBM Belum Tepat Untuk Mesin Kendaraan Saat Ini

    Ateng Sutisna: Penggunaan Etanol dalam BBM Belum Tepat Untuk Mesin Kendaraan Saat Ini

    Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna menilai rencana penerapan kandungan etanol 10 persen (E10) dalam bahan bakar minyak (BBM) perlu dikaji ulang. Menurutnya, meski penggunaan etanol baik bagi lingkungan namun belum sepenuhnya cocok dengan kondisi mesin kendaraan yang digunakan oleh masyarakat Indonesia saat ini.

    “Bagi banyak kendaraan, adanya kandungan etanol saat ini belum ramah bagi mesin meski secara lingkungan lebih ramah. Diharapkan saat teknologi mesin mobil semakin canggih, etanol akan menjadi pilihan yang lebih baik,” ujar politisi Fraksi PKS itu dalam keterangan tertulis yang diterima kabarpakar.com/ pada Senin (13/10/2025).

    Ia menjelaskan, sebagian besar kendaraan di Indonesia masih menggunakan sistem pembakaran konvensional yang belum sepenuhnya siap menerima kadar etanol tinggi dalam bahan bakar. Campuran etanol yang terlalu besar berpotensi memengaruhi performa dan daya tahan komponen tertentu.

    “Jadi untuk saat ini, belum tepat jika langsung diterapkan tambahan etanol E10. Tapi ketika teknologi mesin di Indonesia sudah lebih maju, kebijakan ini akan lebih ideal untuk mendukung transisi energi bersih,” jelasnya.

    Sebelumnya, Ia mengapresiasi pengembangan energi hijau dan penggunaan bioetanol yang digalakkan oleh pemerintah. Akan tetapi, Ateng memberi catatan agar pelaksanaannya tidak memaksa SPBU swasta atau mengorbankan kualitas bahan bakar. Ia menegaskan, kebijakan energi harus menyesuaikan kesiapan pasar dan infrastruktur yang menjadi penunjang.

    “Dari sisi konsep, kita mesti mendukung. Tapi penerapan di lapangan harus realistis, baik kesiapan teknologi mesin maupun ketersediaan BBM berkualitas. Jika dipaksakan, justru bisa merugikan konsumen dan menyebabkan penurunan kepercayaan terhadap energi hijau,” tegas legislator Dapil Jawa Barat IX tersebut.

    Ia kemudian mendorong pemerintah untuk melibatkan para ahli otomotif dan industri kendaraan dalam setiap penentuan campuran etanol agar dampak terhadap performa mesin dapat diantisipasi dengan baik.

    “Kita ingin proses transisi energi yang sukses, bukan transisi yang dipaksakan. Jadi langkahnya harus bertahap, menyesuaikan kesiapan teknologi nasional,” pungkasnya.

    Wacana pencampuran 10 persen etanol ke BBM (E10) kembali ramai dibahas usai Presiden Prabowo memberi lampu hijau pada awal Oktober 2025. Pemerintah menilai kebijakan ini bisa mengurangi impor minyak dan emisi karbon, tapi di lapangan masih banyak yang harus disiapkan.

    Pertamina sudah menguji coba E10 di Surabaya bersama sejumlah mitra otomotif untuk melihat dampaknya terhadap mesin dan emisi, dengan hasil awal menunjukkan penurunan gas buang CO dan HC. Meski sebagian besar kendaraan baru dinilai sudah kompatibel dengan bahan bakar bercampur etanol, sejumlah pihak masih menyoroti kesiapan infrastruktur distribusi dan risiko teknis pada kendaraan lama.

  • Jembatan Pancimas Maju Jelita, Novita Wijayanti: Bukti Nyata Perjuangan Aspirasi Rakyat Cilacap

    Jembatan Pancimas Maju Jelita, Novita Wijayanti: Bukti Nyata Perjuangan Aspirasi Rakyat Cilacap

    Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti menghadiri sekaligus meresmikan Jembatan Gantung Pancimas Maju Jelita di Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu (11/10/2025) sore.


    Peresmian jembatan ini menjadi momen penting bagi warga setempat, mengingat jembatan lama yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah dan pusat aktivitas sehari-hari sempat rusak parah hingga viral di media sosial. Kondisi ini sempat membuat anak-anak Desa Ujung Gagak terputus akses ke sekolah, menimbulkan keprihatinan publik.


    Dalam kesempatan tersebut, Legislator dari Dapil Jawa Tengah VIII (Cilacap-Banyumas) ini menyampaikan bahwa aspirasi warga disampaikan melalui Anggota DPRD Cilacap, Suheri, dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, David Ishaq Aryadi, untuk memperjuangkan anggaran perbaikan jembatan.


    “Saya menerima aspirasi dari masyarakat yang disampaikan melalui Pak Suheri dan Pak David Ishaq. Kondisi jembatan yang rusak waktu itu sangat memprihatinkan. Karena itu, kami bersama Kementerian PU berupaya agar pembangunan jembatan ini bisa segera terealisasi,” ujar Novita dalam keterangan tertulisnya kepada Parlementaria sebagaimana disampaikannya saat acara peresmian, Minggu (12/10).


    Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menekankan bahwa pembangunan jembatan gantung merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.


    “Cilacap merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Dukungan infrastruktur seperti jembatan gantung sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, petani, dan nelayan,” jelas Novita.


    Novita berharap, Jembatan Gantung Pancimas Maju Jelita menjadi simbol baru semangat kebersamaan masyarakat Ujung Gagak dalam membangun daerahnya. “Dengan berdirinya jembatan ini, masyarakat berharap aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah Kampung Laut dapat kembali berjalan lancar serta membuka akses menuju kesejahteraan yang lebih baik,” pungkasnya.

  • Indrajaya Apresiasi Pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua

    Indrajaya Apresiasi Pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua

    Anggota Komisi II DPR RI, Indrajaya, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah melantik Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua. Menurutnya, pembentukan komite ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.

    “Pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua merupakan terobosan penting. Komite ini diharapkan menjadi wadah koordinasi dan inovasi kebijakan yang berorientasi pada rakyat serta mampu mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Papua,” ujar Indrajaya dalam keterangan tertulis yang dikutip kabarpakar.com/, di Jakarta, Minggu (12/10/2025).

    Politisi Fraksi PKB ini menilai, komite tersebut dapat menjadi jembatan koordinasi antara pemerintah pusat dan enam provinsi di Tanah Papua, memastikan agar seluruh program pembangunan berjalan secara sinergis dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.

    Selain itu, Indrajaya berharap Komite Eksekutif dapat mengawal delapan agenda besar dalam kerangka Astacita kontekstual Papua, yang mencakup pembangunan politik, ekonomi, infrastruktur, dan pemerintahan.

    “Fokus utama harus diberikan pada pembangunan sumber daya manusia Papua, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, karena dua hal ini merupakan fondasi utama kemajuan daerah,” uja Legislator asal Dapil Papua Selatan itu 

    Ia juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat langkah pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan di Tanah Papua. Indrajaya menambahkan bahwa penguatan ekonomi lokal, khususnya di wilayah pesisir, perlu menjadi perhatian serius agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.

    “Papua memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Posisi strategis Papua sebagai wilayah maritim yang kaya sumber daya harus dikelola secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakatnya,” lanjut Indrajaya.

    Indrajaya optimistis bahwa kehadiran Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua akan membawa manfaat nyata bagi kemajuan Papua dan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya. “Dengan kerja bersama, koordinasi yang kuat, dan komitmen pemerintah pusat serta daerah, kita yakin Papua akan semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

  • Salurkan Bantuan di Purwakarta, Saan Mustopa Tegaskan Jangan Ada Pemotongan Dana PIP

    Salurkan Bantuan di Purwakarta, Saan Mustopa Tegaskan Jangan Ada Pemotongan Dana PIP

    Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa kembali menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan pendidikan di daerah pemilihannya Jawa Barat VII. Dalam kegiatan reses yang digelar di Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, pada akhir pekan ini, Saan menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 155 siswa SDN Cinangka. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sapa warga ini juga menjadi ajang silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat setempat.

    Dalam suasana penuh kehangatan, Saan Mustopa menyerahkan bantuan PIP secara simbolis kepada para siswa yang didampingi orang tua dan guru. Selain itu, ia turut membagikan perlengkapan alat tulis untuk mendukung semangat belajar anak-anak. Keceriaan tampak terpancar dari wajah para siswa, yang menyambut bantuan tersebut dengan antusias dan penuh rasa syukur.

    Saan menjelaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Ia meyakini bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak, tanpa terbebani oleh kondisi ekonomi keluarga.

    “Pendidikan adalah salah satu hal yang dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Dengan pendidikan, anak-anak kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperbaiki masa depan mereka dan mengangkat derajat keluarga,” ujar Saan di hadapan para guru, siswa, dan warga yang hadir, di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (11/10/2025).

    Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan PIP tidak boleh dipotong dalam bentuk apa pun, karena dana tersebut merupakan hak penuh bagi para penerima manfaat. Ia menilai, program ini adalah salah satu bentuk nyata perhatian negara terhadap pemerataan akses pendidikan.

    “Penyaluran PIP dari NasDem sama sekali tidak akan dipotong, bahkan seharusnya ditambahkan oleh para wakil rakyat. Karena bagaimanapun, ini adalah program yang mulia, (yaitu) membantu anak-anak dari keluarga yang kurang mampu agar tetap bisa sekolah dengan layak dan semangat,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Saan menekankan bahwa kegiatan reses bukan hanya agenda rutin anggota DPR RI, tetapi juga momen penting untuk memastikan kebijakan publik benar-benar berpihak pada masyarakat. Melalui dialog dan tatap muka langsung, aspirasi warga dapat dihimpun secara utuh dan menjadi dasar perjuangan dalam penyusunan kebijakan di parlemen.

    “Kami di DPR RI akan terus memastikan bahwa suara masyarakat di daerah tidak hanya didengar, tapi juga diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata. Inilah esensi dari reses — menyatu dengan rakyat, mendengar langsung, dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan mereka,” pungkasnya.

    Kegiatan reses di Purwakarta ini sekaligus menjadi sarana memperkuat kedekatan antara wakil rakyat dan konstituennya. Melalui aksi nyata seperti penyaluran bantuan pendidikan dan dialog bersama masyarakat, Saan Mustopa berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan berangkat dari kebutuhan warga di lapangan. Ia berharap, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pendidikan dapat menjadi pijakan untuk mewujudkan Purwakarta yang lebih maju dan sejahtera.

  • Gobel: Investasi Jepang Berhasil Angkat Perekonomian Tanah Air

    Gobel: Investasi Jepang Berhasil Angkat Perekonomian Tanah Air

    Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel, terus mendorong pengembangan investasi Jepang di Indonesia yang telah memberikan keuntungan signifikan bagi kedua negara.

    Salah satu investasi Jepang yang berhasil mengangkat perekonomian di Tanah Air ialah Toyota. Pada 2025, mobil Toyota yang diproduksi di Indonesia berhasil diekspor sebanyak 3 juta unit.

    “Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa untuk Indonesia dari dunia otomotif, karena sudah bisa mengekspor sampai dengan tiga juta unit mobil, itu bukanlah satu perkara yang mudah, apalagi lokal kontennya sudah sangat besar,” kata Gobel dalam keterangan yang dikutip kabarpakar.com/, di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

    Menurut Politisi Fraksi Partai NasDem ini, keberhasilan ekspor tersebut memberikan keuntungan bagi Indonesia melalui peningkatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif global.

    “Hal ini perlu kita apresiasi dan harus kita dorong industri seperti ini. Pemerintah harus memberikan perhatian besar pada industri otomotif yang telah di bangun di Indonesia,” kata Gobel yang juga sebagai Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang tersebut.

    Capaian ekspor tersebut didorong oleh komitmen Toyota selama lebih dari 50 tahun dan menjadi bukti kemampuan industri otomotif nasional untuk berdaya saing global, terutama dengan semakin meningkatnya ekspor kendaraan elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid.

    Dari sisi Investasi dan Manufaktur, Toyota dengan fasilitas produksi di Sunter, Jakarta Utara, dan Karawang, Toyota tidak hanya merakit, tetapi juga memproduksi kendaraan dan komponennya di Indonesia.

    Kendaraan Toyota yang diekspor dari Indonesia didistribusikan ke lebih dari 100 negara di dunia, dampak kumulatif Sejak 1971, Toyota telah menanamkan investasi sekitar Rp100 triliun untuk mengembangkan industrinya di Indonesia.

  • Penugasan Bulog Membeli Gabah Tanpa Pertimbangkan Kualitas Berisiko!

    Penugasan Bulog Membeli Gabah Tanpa Pertimbangkan Kualitas Berisiko!

    Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, menilai penugasan khusus kepada Perum Bulog untuk membeli gabah tanpa mempertimbangkan kualitas (at any quality), malah akan menimbulkan risiko serius terhadap mutu beras hasil olahan.

    “Bahan bakunya bermasalah, kemudian disimpan dalam jumlah jauh melebihi kapasitas gudang yang dimiliki. Kekacauannya makin sempurna, seiring tata kelolanya yang tak kunjung dibenahi,” katanya dikutip kabarpakar.com/, di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

    Belum lama ini, Ketua Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI itu menanggapi temuan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang melaporkan adanya 29.990 ton beras Bulog mengalami penurunan mutu, serta 1,45 juta ton beras lainnya telah disimpan lebih dari enam bulan. 

    Data tersebut merupakan hasil tindak lanjut inspeksi mendadak Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, pada 23 September 2025 di gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, yang menemukan sekitar 1.200 ton beras turun mutu.

    Panitia Kerja (Panja) ini dibentuk oleh Komisi IV DPR RI untuk melakukan tugas-tugas pengawasan dan evaluasi terkait pelaksanaan kebijakan penyerapan gabah dan jagung dari petani. 

    Tujuannya memastikan kebijakan pemerintah, termasuk Inpres, berjalan di lapangan seperti yang diharapkan, yaitu petani menerima harga yang layak, penyerapan hasil panen optimal, dan stabilitas pangan nasional terjaga.

    Alex mengingatkan agar penugasan Bulog pada Semester II/2025 untuk kembali menyerap gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp 6.500 per kilogram, tidak mengulangi kesalahan yang terjadi di Semester I.

    Pada semester sebelumnya, menurut Alex, Bulog hanya mendapat mandat menyerap sekitar 10 persen dari total hasil panen petani. 

    Namun, praktik di lapangan menyebabkan stok beras menumpuk hingga 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

    “Secara statistik, ini merupakan prestasi. Tapi, kita juga dihadapkan dengan tantangan, terjadinya praktik penurunan mutu beras di gudang-gudang Bulog,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.

    Maka dari itu, Alex menegaskan, meski Bulog tidak berorientasi mencari keuntungan, pengelolaan anggaran negara tetap harus diarahkan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Beras yang turun mutu, jika tak ditangani dengan baik, tentunya akan jadi beras rusak. Yang telah berusia 6 bulan di gudang, tentunya akan jadi kelompok turun mutu. Dia akan terus mengulang, jika tata kelola tak kunjung dibenahi,” ucapnya.

    Sebelumnya, Bapanas melalui surat nomor 257/TS.03.03/K/9/2025 tanggal 18 September 2025 menugaskan kembali Bulog untuk melaksanakan pengadaan gabah dan beras pada Semester II/2025. 

    Kebijakan ini bertujuan mengantisipasi melimpahnya produksi selama panen gadu, yaitu panen padi dari tanaman musim kemarau yang diperkirakan berlangsung September hingga Desember 2025. 

  • Anak Penjual Kerupuk ke Negeri Ronaldo: Kisah Haru di Balik Pelepasan Penerima Beasiswa Sepak Bola oleh Puan

    Anak Penjual Kerupuk ke Negeri Ronaldo: Kisah Haru di Balik Pelepasan Penerima Beasiswa Sepak Bola oleh Puan

    Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani bertemu dengan delapan pemain muda Indonesia penerima program beasiswa sepak bola Korea–Korea Seleção (KKS) yang akan mengikuti pelatihan selama satu tahun di Portugal. Para penerima beasiswa KKS akan berangkat ke Portugal untuk berlatih, bersekolah, dan bertanding selama satu tahun di negara asal Cristiano Ronaldo itu.

    Adapun 8 pemain sepak bola muda penerima beasiswa KKS itu bertemu Puan di ruangan pimpinan DPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (8/10/2025). Pertemuan berlangsung hangat dan santai di mana Puan sempat mengajak 8 pesepakbola itu makan siang bersama.

    Program KKS sendiri merupakan hasil kolaborasi dan inisiatif dari tiga tokoh kunci yakni Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto (Bambang Pacul), Justinus Lhaksana (Coach Justin atau Koci) dan Abel Luís da Silva Costa Xavier (Faisal Xavier), legenda sepak bola dan mantan pemain timnas Portugal.

    Bambang Pacul dan Coach Justin turut mendampingi 8 peraih beasiswa KKS saat bertemu Puan hari ini. Delapan pesepakbola muda yang akan berangkat ke Portugal itu adalah Agha, Dio, Indra, Zuhdan, Mufid, Farrel, Wisnu, dan Maulana Fadli.

    Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan dukungan pemerintah dan parlemen terhadap pembinaan sepak bola usia muda Indonesia.

    Dalam pertemuan tersebut, Puan menyampaikan bahwa DPR RI berkomitmen mendukung pengembangan sepak bola nasional melalui pembinaan berjenjang sejak usia muda. Ia menekankan pentingnya membangun sepak bola dari level dasar, bukan hanya dari segi fisik, tapi juga membangun chemistry dan kerja sama tim.

    “Sepak bola adalah olahraga tim. Di lapangan, bukan hanya kemampuan individu yang penting, tapi juga bonding dan chemistry untuk membentuk tim yang solid,” kata Puan saat berbincang santai dengan para penerima beasiswa KKS.

    Puan berharap program KKS dapat menjadi pintu kebangkitan sepak bola Indonesia. Ia mengingatkan agar pemerintah, federasi, dan kementerian terkait memberikan perhatian penuh pada para pemain muda ini, agar potensi mereka tidak direbut oleh negara lain. Puan secara khusus memiliki pesan untuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir.

    “Kita sudah sekolahkan mereka jauh-jauh ke Portugal. Jangan sampai setelah kembali, talenta ini justru tidak dimanfaatkan oleh Indonesia. Saya minta ini juga disampaikan ke Pak Erick dan Kemenpora,” tegasnya.

    Puan juga memberi semangat kepada para pemain yang akan berangkat ke Portugal untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, serta membuat bangga keluarga dan Indonesia.

    “Senang tidak adik-adik akan belajar sepak bola selama setahun ke Portugal? Senang ya pasti. Ini kesempatan yang bagus sekali,” ucapnya.

    Program Korea–Korea Seleção (KKS) yang digagas tiga tokoh kunci yakni Bambang Pacul, Coach Justin, dan Faisal Xavier merupakan inisiatif pembinaan sepak bola usia muda dari Provinsi Jawa Tengah, yang dimulai pada tahun 2024. Program ini menyeleksi lebih dari 2.410 pemain U-15 dari enam karesidenan di Jawa Tengah. 

    Dari seleksi tersebut, terpilih 17 pemain terbaik untuk mengikuti pelatihan dan pertandingan uji coba di Portugal.

    Delapan pemain terbaik akhirnya lolos untuk menjalani program beasiswa satu tahun penuh di Portugal. Mereka akan menempuh pelatihan di klub-klub profesional Portugal dan bersekolah di sana, melalui dukungan Kedutaan Besar Indonesia untuk Portugal.

    “Saya apresiasi gotong royong semua pihak yang memungkinkan adek-adek kita ini akan bisa berangkat ke Portugal,” tutur Puan.

    Program KKS digagas sebagai upaya mendorong regenerasi pemain muda dari Jawa Tengah melalui pelatihan sepak bola di Portugal. Ini merupakan gelombang kedua pengiriman pemain setelah program pertama sukses dilaksanakan pada 2024.

    Sementara itu istilah “korea-korea” populer di masyarakat Jawa dan secara kultural merujuk pada kelompok kelas menengah ke bawah yang memiliki mimpi besar meningkatkan status sosial dan ekonomi. Mereka dikenal karena semangat juang yang tinggi dalam upaya keluar dari kemiskinan. Bambang Pacul kerap disebut sebagai ‘komandan korea’.

    Bambang Pacul yang hadir dalam pertemuan ini menegaskan bahwa KKS merupakan program pertama di Indonesia yang secara serius membuka jalur internasional bagi pemain usia muda dengan metode pertukaran pelajar di bawah 18 tahun sesuai peraturan FIFA dan 8 pemain akan disebar ke beberapa  klub di eropa. Ia mengungkapkan, enam dari delapan pemain KKS sudah masuk dalam seleksi timnas U-17.

    “Ini bukti bahwa pembinaan yang benar bisa menghasilkan pemain hebat. Ingat selalu doa dan restu orang tua, serta fokus belajar agar cita-cita kalian tercapai,” pesan Pacul.

    Sementara itu, pelatih Coach Justin menyoroti bagaimana anak-anak Indonesia awalnya diremehkan oleh klub-klub Portugal, bahkan dianggap setara dengan pemain usia 11 tahun. Namun melalui pertandingan uji coba, mereka membuktikan kualitasnya. Dalam laga melawan salah satu klub terbaik di Kota Lisbon, Portugal, Tim KKS berhasil menang 7–2. 

    Coach Justin memastikan seluruh aspek, dari sekolah, tempat tinggal, hingga pendampingan bagi penerima beasiswa KKS sudah disiapkan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Portugal.

    “Program KKS sudah terbukti. Kalau dilatih dengan benar, pemain Indonesia bisa bersaing di level internasional,” ungkap Coach Justin.

    Di sisi lain, orantua dari Maulana Fadli yang mewakili para orang tua peraih beasiswa KKS menyampaikan rasa syukur dan bangganya terhadap program ini. Ia mengaku awalnya banyak tetangga tidak percaya anaknya akan berangkat ke Portugal, namun kini semua bangga melihat pencapaian tersebut.

    “Saya bangga dengan apa yang dicapai anak saya melalui program KKS. Ini kesempatan luar biasa,” ujarnya.

    Puan pun menyampaikan ucapan selamat kepada para orangtua yang anak-anaknya terpilih untuk berangkat ke Portugal.

    “Untuk para orangtua saya juga ucapkan selamat, karena pasti bangga anak-anaknya sudah terpilih untuk berangkat ke Portugal. Mungkin nanti para orangtua akan kangen dengan anak-anaknya. Tapi ditahankan sedikit rasa kangennya dan kita sama-sama doakan dukung mereka berdelapan mendapat pengalaman dan ilmu yang terbaik di Portugal,” papar Mantan Menko PMK itu.

    Puan juga menegaskan pentingnya mengembangkan pemain sepak bola sebagai olahraga yang sangat populer dan mampu menyatukan bangsa Indonesia.

    “Apalagi kalau sudah Timnas bermain itu hampir semua mata melekat ke layar untuk nonton pertandingannya. Saya aja merinding kalau setelah setiap pertandingan sepakbola Timnas di kandang lalu mendengar lagu “Tanah Airku” dinyanyikan bersama-sama oleh satu stadion,” sebut Puan.

    Lebih lanjut, Puan memberikan pesan khusus kepada para pemain muda yang akan berangkat ke Portugal agar dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik. Ia berharap agar para pemain muda dapat menyerap ilmu bermain bola sebanyak mungkin.

    “Serap ilmu sebanyak mungkin karena Insyaallah kalian yang akan menjadi masa depan sepakbola Indonesia. Oleh karena itu tolong juga agar kalian menjaga nama baik Indonesia di sana. Dan yang utama adalah selalu bersyukur dan membuat orangtua kalian bangga dengan perkembangan kalian di sana nanti,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

    Puan berharap agar semua persiapan berjalan lancar dan para pemain menikmati pengalaman di Portugal. Anak-anak pesepakbola muda peraih beasiswa KKS juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Puan.

    “Selamat menikmati Portugal dan Insyaallah saat kalian nanti melenting di karir sepakbolanya. Ingatlah momen ini sebagai salah satu titik awal yang memotivasi kalian untuk selalu maju,” katanya.

    Sebagai simbol kepercayaan, Puan menyerahkan bendera Merah Putih kepada perwakilan pemain senagai simbol untuk menjaga kehormatan dan membawa nama baik bangsa dengab prestasi. Dalam kesempatan itu, Puan juga mendapat pakaian jersey bertuliskan namanya dari pesepakbola muda yang akan berangkat ke Portugal.

    Berikut daftar 8 pemain muda penerima beasiswa beserta latar belakang keluarga:

    1. Agha (Bapak Anton dan Ibu Dwi), Manager Pabrik Tembakau

    2. Dio (Bapak Sugeng dan Ibu Poninten), Pekerja Mebel

    3. Indra (Bapak Enjang “Single Parent”), Keamanan Terminal

    4. Zuhdan (Bapak Tarjono dan Ibu Damiroh), Penjual Kue di pasar

    5. Mufid (Bapak Fajar dan Ibu Rohmah), Guru SMK

    6. Farrel (Ibu Ayu “Single Parent”), Penjual toko klontong

    7. Wisnu (Bapak Nyoto dan Ibu Dahlia), Pengusaha Knalpot Motor

    8. Maulana Fadli (Ibu Ayu “Single Parent”), Penjual Kerupuk